Kapuas Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Menjaga Padi dan Pangan Lokal
KAPUAS — Keberadaan padi lokal, talas, dan uwi menjadi bagian penting dari keanekaragaman sumber daya genetik pertanian di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Namun, upaya pelestariannya menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari alih fungsi lahan gambut dan keterbatasan benih bermutu hingga berkurangnya minat generasi muda terhadap pertanian tradisional. Kondisi ini mendorong perlunya langkah bersama untuk menjaga keberlanjutan tanaman lokal sekaligus memperkuat perannya dalam ketahanan pangan daerah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat koordinasi antarpemangku kepentingan melalui Forum Koordinasi Lintas Sektor Pengelolaan Sumber Daya Genetik Pertanian Kabupaten Kapuas yang diselenggarakan pada 8–9 Oktober 2026 di Aula Bapperida Kabupaten Kapuas. Kegiatan dalam Proyek Crop Diversity Conservation for Sustainable Use in Indonesia (CDCSUI) ini diikuti 48 peserta, terdiri atas 34 laki-laki dan 14 perempuan, yang membahas strategi konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik pertanian di tingkat kabupaten.
Wakil Bupati Kapuas, Dodo, S.P., yang membuka kegiatan tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, lembaga penelitian, perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia usaha. “Saya berharap forum ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi, rencana aksi, pembagian peran antar-stakeholder, serta masukan kebijakan yang dapat diimplementasikan di tingkat Kabupaten Kapuas,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Bapperida Kabupaten Kapuas memaparkan sejumlah strategi untuk menjawab tantangan pengelolaan sumber daya genetik, termasuk penyusunan kebijakan konservasi, pemetaan sebaran varietas lokal, dan pengembangan bank benih atau kebun koleksi plasma nutfah. Pengembangan desa plasma nutfah juga menjadi salah satu usulan untuk menjaga keberadaan varietas lokal melalui keterlibatan masyarakat di wilayah yang memiliki potensi sumber daya genetik pertanian.